Saya sangat berterimakasih telah diberikan kesempatan dalam pencarian saya
pada tanggal 5 Maret lalu
Bertepatan dengan perayaan rabu abu bagi umat katolik. Saya datang menemani teman saya Paula
untuk misa Rabu Abu di gereja katolik St Antonius Kota Baru, Yogyakarta.
Menuju kesana, aduhaiii.. Jalanan macet sekali penuh sesak dengan jemaat lain yang ingin mengikuti
acara peribadahan tersebut. Saya dan Paula berangkat dari kantor (tanpa mandi dan dandan)
bisa dibayangkan bagaimana leceknya,, tapi kata Paula “tidak masalah..
Yang penting hati kita siap untuk berdoa”
Yang penting hati kita siap untuk berdoa”
Kesan pertama kali sampai di gereja St Antonius Kobar, kompleks gerejanya luas dan bangunannya kuno,
beribu jemaat sudah mengikuti misa dan kami terlambat, kami tidak kebagian tempat duduk,
akhirnya kami dan banyak jemaat lainnya yang junga berdiri dari awal hingga akhir misa. Sangat pegaaaal..
Tapi tidak masalah.. Saya dibelikan oleh Paula buku panduan tata cara ekaristi. Selama berjalnnya misa..
Mata saya tak terlepas dari buku panduan tersebut dan menyimak isi khotbah yang diberikan oleh Romo.
Sebenarnya timbul sebuah pertanyaan mengenai kepanitiaan greja yang bersangkutan,
misalnya kursi tambahan, karena kata Paula, gereja ini adalah gereja katolik terbesar di Yogyakarta.
JIka memang begitu hendaknya pihak gereja bisa menambah kursi untuk jemaat, antisipasi saja kalo ada perayaan-perayaan keagamaan, dan juga petugas tatib yang mungkin terkesan cuek untuk mengatur jemaat, berdasarkan pengalaman saya mengikuti misa bersama Kristian di Gereja St Maria Fatima
di Banyumanik, Semarang. Saya tidak pernah melihat ada jemaat yang berdiri dalam mengikuti misa bahkan saat Natal sekalipun. Petugas tatib gereja sangat membantu jemaat menunjukan dan mencarikan tempat untuk jemaat.
misalnya kursi tambahan, karena kata Paula, gereja ini adalah gereja katolik terbesar di Yogyakarta.
JIka memang begitu hendaknya pihak gereja bisa menambah kursi untuk jemaat, antisipasi saja kalo ada perayaan-perayaan keagamaan, dan juga petugas tatib yang mungkin terkesan cuek untuk mengatur jemaat, berdasarkan pengalaman saya mengikuti misa bersama Kristian di Gereja St Maria Fatima
di Banyumanik, Semarang. Saya tidak pernah melihat ada jemaat yang berdiri dalam mengikuti misa bahkan saat Natal sekalipun. Petugas tatib gereja sangat membantu jemaat menunjukan dan mencarikan tempat untuk jemaat.
Begitu juga dengan gereja Athanasius Agung Karangpanas Semarang. Tatibnya ada ibu-ibu lho..
Mereka sigap dan sangat membantu para jemaat. Entah mungkin di gereja St Anthonius yang terlalu
banyak jemaat atau bagaimana, saya hanya memberikan saran antisipasi saja.
Mengingat di Yogyakarta adalah kota pelajar, banyak sekali kampus-kampus yang mahasiswanya merupakan pendatang dari seluruh Indonesia,
sehingga bisa tidak menutup kemngkinan bahwa bagian dari jemaat gerja
St Anthonius adalah Mahasiswa katolik.
sehingga bisa tidak menutup kemngkinan bahwa bagian dari jemaat gerja
St Anthonius adalah Mahasiswa katolik.
Sejujurnya, ketika mengikuti misa Rabu abu (pertama kali) saya sudah bertanya
kepada Paula dan sebuah forum katolik di sosial media, mengenai kehadiran seorang
non katolik pada acara perayaan rabu abu (takut menggangu jalannya acara sakral tersebut)
tapi mereka mengatakan tidak masalah selama tidak menerima hosti .
Dan saya semakin terlihat bodoh (entahlah) ketika semua jemaat berbaris untuk
menerima tanda salib di kening mereka menggunakan abu.
Karena saya tidak ikut berbaris, ada beberapa yang melihat saya (mungkin berpikir kok orang ini
tidak ikut baris) tapi mereka terkesan cuek saja (syukurlah) heheh..
Misanya berjalan cukup cepat dari jam 16.30-17.30 (kurang lebih) setidaknya saya
sedikit mengetahui apa itu maksud dari rabu abu, sebuah cara pertobatan yang dilakukan oleh
para pengikut Yesus dilakukan pada masa sebelum paskah atau prapaskah.
sebenarnya saya ingin mengabadikan momentum
selfii ketika saya mengikuti misa rabu abu, hanya saja karena beribu
jemaat yang hadir.. saya mengurungkan niat saya karena malu dilihat
orang
hehe hanya ini yang bisa saya dapatkan ketika penerimaan hosti
bisa terbanyang? betapa penuhnya halaman gereja? ya itu lah dokumentasi sedikit yang saya dapatkan 

Komentar
Posting Komentar