Pernah dengar dengan ungkapan "be your sefl" ? Sering kali saya mendengar ungkapan itu yang artinya adalah jadilah diri sendiri. Terkesan mudah diucapkan dan mungkin sepele.
Ketika ada seseorang memotivasi dirimu dengan kata-kata itu seringkali ketika kita melakukan hal-hal diluar kebiasaan kita atau mengikuti kata orang lain. Pokoknya tidak sesuai dengan hati kita.
Saya ingin membagikan beberapa perjalanan hidup mengenai sikap "jadi diri sendiri" saya. Pada dasarnya saya tidak suka dengan kepura-puraan. Bahkan dengan sikap yang saya miliki ini, saya di anggap orang gemblung ( sejenis bodoh dibarengi dengan tindakan yang tidak biasa). Sesuatu yang berpura-pura saya anggap adalah sebuah sikap mencari aman dengan mengikuti hal-hal disekitar yg tidak sesuai, jadi terkesan memaksakan diri, metode merugikan diri sendiri terlebih orang lain, jika saya merugikan orang lain maka.. itu berarti saya adalah berhutang.. when I owe something, then I'll pull out something from me to pay for it. Jadi kapan saya bisa hidup bahagia terlebih lagi hidup kaya? hutang yang saya maksud disini ya bukan hanya materi, hutang budi itu susah sekali lho membayarnya. Jadi sebisa mungkin saya menghindari hutang budi dengan orang lain.
ya mending hutang materi deh daripada hutang budi..

Menurut saya dengan menjadi diri sendiri itu tidak mudah, tapi percayalah sebuah kelegaan atau kenyamanan yang berlangsung lama, mungkin ada semacam ketidaknyamanan di awal ya? seperti di anggap pemberontak. Saya dari SMA sering sekali bertentangan dengan peraturan yang menurut saya tidak wajar sebenarnya banyak juga yang merasakan hal serupa hanya saja ketika SMA saya lebih sering mengikuti karena mengingat sanksi-sanksi lebih tegas dan sering manggil orang tua ke sekolah
namanya juga siswa ya.. tapi menginjak bangku perkuliahan saya mulai berani membenarkan kata hati saya dengan kebijakan-kebijakan kampus yang sering sekali kami sebut dengan kebijakan ujug-ujug (mendadak ada), kenapa begitu? bukankah sebuah kampus memiliki peraturan tertulis yang resmi terlebih lagi adalah payment ruler, bayangkan saja ketika kalian/orang tua kalian benar-benar sedang darurat dalam hal keungan,karena menurut saya namanya hidup banyak sekali hal-hal tak terduga yang kadang memaksa kita untuk menggunakan uang paten. Nah kebijakan inilah akhirnya muncul tiba-tiba soal payment ruler, jadi setiap mahasiswa harus membayar uang kuliah setiap bulannya paling lambat tanggal 10, lewat dari tanggal itu akan dikenakan denda sebesar Rp 5.000/hari OOHH MY GOD!!
staff tata usaha hari itu menempelkan pengumuman di papan informasi dan diberlakukan hari itu juga. Ya sontak saja waktu itu banyak sekali teman-teman menentang keras aksi tamak kampus, bahkan ada kebijakan-kebijakan lain yang tak pantas mengenai fasilitas yang ditawarkan, saya anggap itu adalah pembohongan publik. Apa yang kami bayarkan sangat tak sepadan dengan apa yang kami dapatkan di kampus tersebut. Pada akhirnya mungkin saya merasa sangat keterlaluan, dan pada akhirnya saya membuat sebuah laporan ke media massa mengenai keadaan ini, setidaknya akan ada pembaca yang berpikir dua kali untuk mendaftarkan anak-anak mereka dengan pungli-pungli bertebaran disetiap kesempatan. Bukan bermaksud menjatuhkan tapi kami bermaksud memberikan pencerahan (kalo pihak kampus memahami) agar tak mengulang seperti itu, menurut saya ini adalah bagian dari proses pengembangan kampus, dengan menata ulang sistem keungan didalamnya. Sekedar mengingat lagi nih, yang paling baru, ketika saya sedang tahap skripsi ada bebrapa keganjilan dari dosen dan pihak kampus, namun dilimpahkan ke mahasiswa (apalagi kalo bukan soal uang
)
Skripsi S1 yang saya tempuh melalui proses dengan membuat proposal penelitian yang nantinya juga akan di uji, dalam tahap ini akan akan uji validasi tentang apa yang kita kerjakan untuk skripsinya. Ketika saya sudah akan masuk pada tahap uji validasi, do you know what the hell head of the study program said?? tunggu ya untuk jurusan kamu belum ada validatornya,nanti akan di infokan lagi pada bulan september. well saya menunggu dan selalu update dan pada akhirnya septemberpun tiba dan validator tak pernah di infokan pada kami,dan ternyata validator tersebut dilakukan oleh dosbing 
wohoho.. betapa dongkolnya saya telah membuang waktu. Yang lebih parah kami kena denda (pungli lagi) karena kami terlambat bimbingan
tanpa terkecuali, semua anak didenda!! Apakah ini murni kesalahan mahasiswa?? TERLAMBAT BIMBINGAN KENA DENDA!! dalih dari kampus adalah terakhir bimbingan harusnya bulan september, oh wow.. sungguh trik yang licik ya? kami disuruh menunggu validator hanya untuk agar kami membayar denda. Selebihnya saya menilai bahwa kampus tersebut mengindahkan sorotan hanya sementara, selebihnya mungkin adik-adik angkatan kami hanya nurut-nurut saja dengan kebijakan pungli tersebut.
Selebihnya di dalam dunia kerja, saya juga pernah membuat atasan saya berdecak kagum (berdasarkan pengakuan atasan
) Pada bulan januari lalu saya berstatus menjadi karyawan di sebuah perusahaan swasta yang begerak dibindang alat-alat pelacak kendaraan (GPS) dan penguat sinyal (repeater) , sebenarnya sejarah bahagimana saya bisa bekerja disini bukanlah kehendak saya, sebelumnya saya adalah ticketing pesawat, atasan saya ini memiliki suami yang membuka usaha GPS , namun karena suatu hal urusan rumah tangga usaha ticketingpun di ambil alih oleh sang suami. Ketika itu saya masih bertahan karena status karyawan disitu adalah part time (saya sambil kuliah) lalu tepatnya paska Idul Fitri tahun 2013, Beliau (suami pimpinan) menggabungkan kantor GPS di kantor ticketing. Pada awalnya saya dan rekan saya senang karena sudah tidak sepi lagi di kantor (saya hanya berdua dg Siti waktu itu) selang beberapa hari saya dialihkan posisi menjadi marketing alat penguat sinyal (tanpa ada kontrak) sejujurnya saya tidak menyukai pekerjaan saya ini. Pertimbangan saya waktu itu saya tetap bertahan karena saya sudah mencapai tahap skripsi, dan saya rasa jualan repeater adalah satu hal yang baru
saat saya cukup mendedikasikan diri terhadap tugas yang saya emban yaitu sebagai marketing repeater. Dalam waktu satu bulan saya berhasil menjual repeater yg notabene adalah barang yg mahal dan ternyata ilegal
cukup ber-risiko juga ya pekerjaan saya, terlebih lagi saya sering bepergian antar kota bersama manager saya untuk melakukan marketing wohoho. Namun kekecewaan mulai saya terima, perihal gaji dan bonus (soal ini memang riskan ya
) disitu saya merasa dipermainkan dalam hal bonus karena tidak sesuai dengan omongannya, saya menganggap beliau ingkar dan tidak setimpal dengan apa yg sudah saya berikan,selain itu kami (saya dan manager) harus selalu siap menerima maido (keluhan) dari si boss
ya maklum sih namanya juga boss, bukan leader. Bisanya ya cuma nyalah-nyalahin tanpa tahu proses hehe. Untuk menghindari maido itu tadi, kami selalu menyiapan kata-kata manis php ckckkc jahat ya kami?
hal ini selalu terjadi di setiap harinya, sampai pada suatu ketika marketingan yang saya lakukan membuahkan hasil, banyak sekali yang teleon ke kantor bahkan ada yg minta disurvey lokasi untuk pre-installasi.. dan akhirnya KOMINFO pun ikut sms ke nomor saya,ternyata tidak hanya nomor saya bahkan semua nomor pelanggan kartu seluler disms mengenai sanksi pemasangan repeater (karena alat ilegal). Sang Boss pun menghentikan penjualan dan saya dilempar kembali menjadi marketing GPS.
dan yang ada saat itu adalah saya muak hehe. Sepertinya beliau menyalah gunakan jabatan ya? tanpa mengindahkan peraturan SDM. Pada pertengahan januari saya meminta waktu untuk bicara empat mata kepada boss saya. Intinya saya mengatakan disitu bahwa saya tidak suka dengan pekerjaan saya,saya tidak nyaman, dan dari ketidaknyamanan ini saya melakukan hal-hal yg tidak pantas bahkan ini bisa dibilang memupuk dosa. Saya terus berbohong hanya untuk menyenangkan hati si boss, saya sering sekali mengumpat karena beliau tidak bisa menghargai posisi saya yang masih belajar ini, saya ceritakan semuanya, yang saya pikirkan saat itu yang penting saya bicara dan siap resign. Pada akhrinya justru saya malah diajak curhat soal permasalahan kantor dan karywan di dalamnya ( thankyou for believe me). Teman-teman kantor tidak pernah membuka permasalahan serius yg terjadi di kantor, saya tidak merasa merugikan siapapun, tapi terlihat paras teman-teman saya yang khawatir dan mendga-duga "jangan-jangan saya bocorin unek-unek mereka" wohoho tenang saja, saya bukan tipe seperti itu. Itu urusan kalian, yang saya urus adalah kenyamanan saya. Beberapa waktu lalu saya di hubungi kembali oleh mantan boss saya, diajak kembali masuk kesana. Sorry i can't do... i knew that your behave so.. i choose for keep on my track
) disitu saya merasa dipermainkan dalam hal bonus karena tidak sesuai dengan omongannya, saya menganggap beliau ingkar dan tidak setimpal dengan apa yg sudah saya berikan,selain itu kami (saya dan manager) harus selalu siap menerima maido (keluhan) dari si boss
dan yang ada saat itu adalah saya muak hehe. Sepertinya beliau menyalah gunakan jabatan ya? tanpa mengindahkan peraturan SDM. Pada pertengahan januari saya meminta waktu untuk bicara empat mata kepada boss saya. Intinya saya mengatakan disitu bahwa saya tidak suka dengan pekerjaan saya,saya tidak nyaman, dan dari ketidaknyamanan ini saya melakukan hal-hal yg tidak pantas bahkan ini bisa dibilang memupuk dosa. Saya terus berbohong hanya untuk menyenangkan hati si boss, saya sering sekali mengumpat karena beliau tidak bisa menghargai posisi saya yang masih belajar ini, saya ceritakan semuanya, yang saya pikirkan saat itu yang penting saya bicara dan siap resign. Pada akhrinya justru saya malah diajak curhat soal permasalahan kantor dan karywan di dalamnya ( thankyou for believe me). Teman-teman kantor tidak pernah membuka permasalahan serius yg terjadi di kantor, saya tidak merasa merugikan siapapun, tapi terlihat paras teman-teman saya yang khawatir dan mendga-duga "jangan-jangan saya bocorin unek-unek mereka" wohoho tenang saja, saya bukan tipe seperti itu. Itu urusan kalian, yang saya urus adalah kenyamanan saya. Beberapa waktu lalu saya di hubungi kembali oleh mantan boss saya, diajak kembali masuk kesana. Sorry i can't do... i knew that your behave so.. i choose for keep on my track
Selagi belum terlambat, perbaiki saja apa yang kalian pendam meskipun saya tau tidak semua orang bisa terbuka atau blak-blakan. Keterbukaan dinilai menyimpang dan suatu hal yang gila, orang-orang kita suka ngomongin di belakang, tidak munafik juga saya juga ngomongin sesuatu di belakang, tapi akan ada masanya jika itu sudah penuh atau sudah tidak bisa dibiarkan memasuki track saya. Kenyataannya adalah, perwatakan kita didominasi dengan rasa ingin tahu yang tinggi, dan gawatnya rasa ingin tahu ini tidak pada tempatnya, selalu ingin tahu kehidupan orang lain, bukan ingin tahu sesuatu yang bersifat pengetahuan yang mendidik atau dengan kata gaulnya KEPO
Saya tetap pada track, yang penting tidak merugikan dan menyakiti siapapun. Itupun masih saja lho ada yang ngomentari , MASBULOH??
so far saya tidak menganggap hal-hal kepo terhadap saya adalah hal yang mengganggu, itu urusan dia... nah di tahap ini dengan sikap saya yang keep on track, saya sering di anggap anak gak bener lah (emang lu bener??) , di anggap salah pergaulanlah (emang lu gaul sama gue kok lu tau pergaulan gue
) saya tidak pernah pusing dengan anggapan orang, saya juga tidak pernah merubah apapun untuk orang lain selama saya merasa itu tidak mengganggu atau menyakiti dia, tapi saya terbuka sekali menerima saran dan kritik
saya bertahan dengan apa yang saya anggap tidak menyimpang, sekalipun keluarga menyalahkan, akan ada waktu dan penjelasan logis untuk yang saya yakini benar. Bertahanlah dengan kakimu sendiri sekalipun kamu sendirian, buang topengmu hanya untuk menjadi seseorang ang diinginkan oleh orang lain, namanya juga hidup.. Tuhan yang nentuin, saya yang jalanin, orang lain yang ngomentarin
inilah my track, if you getting mad cause of this.. i'm sorry, BUT IT IS MY TRACK 




Komentar
Posting Komentar