galau itu relatif ya,,
tidak ada yang salah dengan galau menurut saya
sekarang saya tahu betapa hebatnya mereka yang memilih jalan asmara LDR (long distance relationship)
well.. perlu di ingat mayoritas mereka mengatakan itu adalah pilihan mereka sendiri (memilih hubungan LDR) dengan alasan rata-rata "biar gak bosen" saya bertanya-tanya.. kenapa ada orang yang model begini??
bosen??
sebenarnya masa pacaran itu adalah masa penjajakan walaupun di agama kebanyakan itu dilarang, nah mungkin asumsinya pacaran itu bisa gonta-ganti kali ya? namanya juga penjajakan.. jadi seenaknya macam ganti baju
biasanya alasan yang paling mendasar karena bosan, bahkan ada yang dengan bangga menyebutkan " aku ini orangnya bosenan " 
apa yang sebenarnya dipikirkan sama orang-orang jenis ini?? bosenan?? lalu bagaimana ketika dia harus menikah? apakah ia juga akan mengatakan bosan dengan suami/istrinya
tapi kebanyakan dari mereka yang mengaku sebagai pribadi yang bosenan ini , rata-rata adalah orang yang kurang bisa bertanggung jawab atau tidak/belum bisa memiliki komitmen terhadap dirinya sendiri bahkan terhadap orang lain. Dan saya meyakini bahwa nantinya orang-orang jenis ini akan merugi dengan kebanggaanya menyebut bahwa dirinya bosenan.
kembali pada pengalaman saya (tentunya)
saya bukan jenis manusia bosenan
saya senang dengan mempertahankan dengan cara semakin mencintai dgn apa yang saya punya.. saya sangat menghargai apapun yang saya miliki, salah satunya mungkin pasangan, puji Tuhan Alhamdullilah saya masih berjalan dengan pasangan saya (sekarang jalan 7 tahun) dan sering di ledek.. itu pacaran atau KPR
tapi ada juga yang tanya resepnya apa kok bisa awet? bicara soal resep saya tegaskan bahwa saya tidak memiliki resep apapun.. saya hanya menganut pedoman : jangan menyakiti jika tidak mau disakiti dan ikhlas. hehe bukan tanpa rintangan hubungan ini saya jalani tentunya banyak sekali, tapi munkin akan saya bahas di sesi lain
bicara soal LDR, saya baru kali ini dan tidak berharap mengalaminya lagi
karena saya memang dari awal tidak suka LDR hehehe.. entahlah tapi rasanya tidak enak, tapi bagi orang-orang yang terbiasa dengan berdekatan mungkin kalian perlu mengalami frase ini setidaknya satu bulan. Proses ini cukup membantu melatih kesabaran (menurut saya) dalam proses pendewasaan diri dan hubungan menuju ke arah yang lebih baik, misalnya saja ketika kalian LDR terjadi perseteruan sengit
nah ini bisa jadi ajang penyelesaian masalah dengan lebih dewasa, mungkin pasangan kita tidak mau mengalah setidaknya kita yang mengalah, jika pasangan kita tidak berubah, namun kita merasa lebih bisa mengontrol diri mungkin akan timbul pertimbangan mengenai hubungan kalian, apakah kamu layak memperjuangkan hubungan kalian atau tidak. Dan yang lebih penting adalah, salah satu cara untuk instropeksi diri dalam hal berhubungan, percayalah
ini bukan hal yang useless , karena tidak ada salahnya kita belajar menjadi orang yang lebih berkualitas
sangat berguna untuk kehidupan kita sendiri, ya menurut saya point itu yang saya dapatkan, semoga bermanfaat
jadi belajarlah untuk tidak jadi orang yang bosenan, nantinya akan merugi terlebih lagi ketika kita dengan gamblang mengakuinya dimuka umum, ya mungkin orang yang ingin mengajak kamu berhubungan akan berpikir dua kali ketika mungkin dia benar-benar serius menyerahkan hatinya
, tapi kamu adalah orang yang bosenan
. Supaya terhindar dari sakit hati atau kecewa, pada akhirnya ketika kamu benar-benar membutuhkan seseorang di sampingmu... akan sangat kamu rasakan menjadi orang yang bosenan, belajar lebih mengenal seseorang, ketika bosan pecahkan kabut bosan dengan melakukan hal-hal yang baru, mungkin bisa melatih kreatifitas atau bisa juga mencari hobi baru yang bisa dilakukan bersama-sama dengan pasangan
tidak ada yang salah dengan galau menurut saya
sekarang saya tahu betapa hebatnya mereka yang memilih jalan asmara LDR (long distance relationship)
well.. perlu di ingat mayoritas mereka mengatakan itu adalah pilihan mereka sendiri (memilih hubungan LDR) dengan alasan rata-rata "biar gak bosen" saya bertanya-tanya.. kenapa ada orang yang model begini??
bosen??
sebenarnya masa pacaran itu adalah masa penjajakan walaupun di agama kebanyakan itu dilarang, nah mungkin asumsinya pacaran itu bisa gonta-ganti kali ya? namanya juga penjajakan.. jadi seenaknya macam ganti baju
apa yang sebenarnya dipikirkan sama orang-orang jenis ini?? bosenan?? lalu bagaimana ketika dia harus menikah? apakah ia juga akan mengatakan bosan dengan suami/istrinya
kembali pada pengalaman saya (tentunya)
saya bukan jenis manusia bosenan
bicara soal LDR, saya baru kali ini dan tidak berharap mengalaminya lagi
ini bukan hal yang useless , karena tidak ada salahnya kita belajar menjadi orang yang lebih berkualitas
sangat berguna untuk kehidupan kita sendiri, ya menurut saya point itu yang saya dapatkan, semoga bermanfaat
jadi belajarlah untuk tidak jadi orang yang bosenan, nantinya akan merugi terlebih lagi ketika kita dengan gamblang mengakuinya dimuka umum, ya mungkin orang yang ingin mengajak kamu berhubungan akan berpikir dua kali ketika mungkin dia benar-benar serius menyerahkan hatinya
Komentar
Posting Komentar