Always Listening, Always Understanding...
slogan dewa yang benar-benar sulit di amalkan, kebanyakan manusia ingin selalu di dengar, dipahami dan dituruti apa maunya.. namun mereka lupa cara mendengarkan, memahami dan menuruti.
Jika saja satu sama lain dapat secara bergantian, maka mungkin saling menjatuhkan, saling membenci, saling mendendam dan lain sebagainya tidak ada lagi.
Dalam hal pertemanan mungkin hal semacam ini tidak begitu ditonjolkan, namun lain halnya dengan persahabatan. Persahabatan akan lebih sensitif, karena dapat menimbulkan kecemburuan (nah kan.. bukan hanya dalam percintaan saja kecemburuan bisa timbul)
Dalam frase ini, saya tak pernah benar-benar memiliki sahabat yang all out memegang kartu saya kecuali ya Kristian, saya punya banyak sekali teman tapi tidak untuk sahabat.
Akhir-akhir ini saya sedang dekat dengan seseorang gadis ala Korea (she's loved all about Korean) sebenarnya dia adalah teman kuliah Kris, namun karena frekuensi kami pergi dan berkumpul bersama sangat sering, dan kami memiliki ritual nonton bareng pada hari jumat,, nonton drama korea haha..dari kebiasaan itu kami jadi dekat. Saya senang dia percaya dengan saya, dia menceritakan banyak hal kepada saya, duka lara dan bahagianya. Dan pada lambat laun saya merasa sayang padanya. Dia gadis yang baik dan tidak banyak tuntutan dalam istilah jawa dia nrimonan, bahkan ketika sedang berkumpul dia tetap stay cool dan pemaaf meskipun anak-anak tak henti meledeknya, awalnya saya ikut mendengarkan dan have fun dengan candaan mereka.. Tapi lama-lama ada rasa risih dan kasihan terhadapnya. Saya mulai simpati dan menyayanginya, dia sangat perhatian dan peduli... Dia juga pendengar yang baik. Dia memiliki banyak sekali sisi panutan yang bisa saya contoh.. Ya itu tadi sikap nrimonan nya yang paling menonjol... Dia juga gadis yang kuat, tegar dan sabar.. Sejauh ini saya nyaman berbagi dan melakukan banyak hal. Semoga pertemanan kita menjadi berkat dan saling mengasihi.
Komentar
Posting Komentar