Langsung ke konten utama

Yakini Saja..

Sebuah keputusan pasti memiliki konsekuensinya masing-masing
Sebuah pilihan menuntut pertanggung jawaban.

Saya di hadapkan sebuah pilihan yang membuat saya dilema, mengenai karir. Karir bagi saya adalah sumber penghidupan, bagaimana saya bisa bertahan hidup dengan baik jika saya tidak memiliki karir? Jika saya memiliki karir, maka saya memiliki penghasilan. 
Beberapa bulan lalu, saya mengikuti sebuah seleksi di perusahaan outsourcing untuk perekrutan karyawan posisi micro (marketing yang memberikan dana pinjaman modal untuk usaha kecil), sungguh proses yang panjang dan melelahkan. Saya mengikuti serangkaian test. Sembari menunggu, saya mencari lowongan pekerjaan lain. Hingga pada akhirnya saya diterima di sebuah sekolah SMK di Ungaran, ketika saya baru berjalan sekitar 2 minggu dengan pekerjaan saya di Sekolah, pihak Bank menelpon saya untuk mengikuti test lanjutan, dan saya masih bisa mengikuti. Namun lama-lama saya merasa PHP mengenai kejelasan, saya menyimpan harapan besar untuk dapat diterima di Bank tersebut meskipun melalui outsourcing, saya banyak berupaya untuk ini. Disamping itu, Ayah saya sering menanyakan hasil dari test dan lain-lain. Mungkin yang namanya orang tua, tidak tega saya montang-manting hanya untuk mengurusi hal yang tidak pasti. Ketika itu Ayah dan Kris memberikan saran yang sama, agar saya tetap bertahan di sekolah.Yang menjadi kegundahan saya adalah, saya memiliki kebutuhan yang tinggi, hingga dengan kata lain, gaji saya sebagai staff TU di SMK dengan masa percobaan tentu masih kurang. Saya bingung, saya mencintai pekerjaan saya, namun penghasilan saya kurang. Pada tanggal 18 November 2014, saya dinyatakan diterima di Bank Mandiri, saya galau luar biasa setelah sekian lama tak ada kabar. Saya merundingkannya dengan Ayah lagi, Ayah saya tetap pada pandangannya agar saya stay di Sekolah,,, pada hari ini, saat tulisan ini saya posting seharusnya saya sudah berada di Bank Mandiri Pandanaran Semarang, tapi inilah saya... saya masih duduk disini, di ruang TU, di meja saya yang sempit sambil menuliskan postingan ini. Apapun konsekuensinya nanti, saya pikir ini hanyalah soal materi, materi dapat dicari dimanapun. Tapi ini saya belajar mengabdi, untuk sekolah, untuk siswa dan belajar mengabdi untuk suami dan anak saya nanti. Segala sesuatu akan terlihat jalannya nanti, akan pas pada waktunya dan akan akan indah suatu saat nanti, yang perlu saya lakukan adalah bersabar dan tetap berdoa agar saya bisa bertahan, belajar dan lebih giat lagi membangun usaha yang saya cita-citakan untuk memenuhi kebutuhan materi saya.
Saya yakin, inilah cara Tuhan mendewasakan saya, mendidik saya, dan mengingatkan saya akan kesalahan saya dimasa lalu, agar masa depan saya jauh lebih baik dan berkah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fina

Always Listening, Always Understanding... slogan dewa yang benar-benar sulit di amalkan, kebanyakan manusia ingin selalu di dengar, dipahami dan dituruti apa maunya.. namun mereka lupa cara mendengarkan, memahami dan menuruti. Jika saja satu sama lain dapat secara bergantian, maka mungkin saling menjatuhkan, saling membenci, saling mendendam dan lain sebagainya tidak ada lagi. Dalam hal pertemanan mungkin hal semacam ini tidak begitu ditonjolkan, namun lain halnya dengan persahabatan. Persahabatan akan lebih sensitif, karena dapat menimbulkan kecemburuan (nah kan.. bukan hanya dalam percintaan saja kecemburuan bisa timbul) Dalam frase ini, saya tak pernah benar-benar memiliki sahabat yang all out memegang kartu saya kecuali ya Kristian, saya punya banyak sekali teman tapi tidak untuk sahabat. Akhir-akhir ini saya sedang dekat dengan seseorang gadis ala Korea (she's loved all about Korean) sebenarnya dia adalah teman kuliah Kris, namun karena frekuensi kami pergi ...

Rindu Ambarawa, Gua Maria Kerep Ambarawa (Keajaiban Doa)

Pengalaman Religi Doa Malam Banyak sekali kesempatan saya berkunjung ke Gua Maria Kerep Ambarawa, bahkan acara malam minggu pun saya pergi kesana menemani Kris.Jarak antara rumah dengan Gua Maria Kerep Ambarawa, bisa saja ditempuh sekitar 30-40menit  jika jalanan lengang, namun perjalanan terakhir saya kemarin (lupa tanggalnya) ditempuh dalam waktu 1 jam lama sekalii karena ada perbaikan jalan di Bawen. Macetnya luar biasaaahhh. Gua Maria Kerep Ambarawa, baru mulai saya kunjungi pada akhir tahun 2013 lalu bersama Kris. Ketika kunjungan pertama saya ini, awalnya tidak sengaja karena awalnya saya jalan-jalan ke Rawa Pening lalu karena agak kecewa di tempat ini saya bingung di lokasi ini menyajikan taman (menurut saya) tapi tidak ter urus. Kemudian kami menuju Gua Maria Ambarawa, sesampainya disana, terpampang tulisan PER MARIAM AD JESUM di pintu masuk menuju Gua Maria, merupaka sebuah bahasa latin yang berarti OLEH MARIA KEPADA YESUS . Tapi saya memotretnya dari dalam ...

Namanya juga hidup, Tuhan yang nentuin, saya yang jalanin, kamu yang ngomentarin

Pernah dengar dengan ungkapan "be your sefl" ? Sering kali saya mendengar ungkapan itu yang artinya adalah jadilah diri sendiri . Terkesan mudah diucapkan dan mungkin sepele. Ketika ada seseorang memotivasi dirimu dengan kata-kata itu seringkali ketika kita melakukan hal-hal diluar kebiasaan kita atau mengikuti kata orang lain. Pokoknya tidak sesuai dengan hati kita. Saya ingin membagikan beberapa perjalanan hidup mengenai sikap "jadi diri sendiri" saya. Pada dasarnya saya tidak suka dengan kepura-puraan. Bahkan dengan sikap yang saya miliki ini, saya di anggap orang gemblung ( sejenis bodoh dibarengi dengan tindakan yang tidak biasa). Sesuatu yang berpura-pura saya anggap adalah sebuah sikap mencari aman dengan mengikuti hal-hal disekitar yg tidak sesuai, jadi terkesan memaksakan diri, metode merugikan diri sendiri terlebih orang lain, jika saya merugikan orang lain maka.. itu berarti saya adalah berhutang.. when I owe something , then I ...